Posts

Showing posts with the label Swedia

Tomte: 'Santa Claus' asli Swedia

Image
Jelang Natal di Swedia, siapapun pasti familiar dengan sosok ini. Sosok mungil berwajah ceria bersahabat ini dapat ditemui di etalase toko yang menjual berbagai pernak-pernik Natal dan sering dipajang sebagai dekorasi Natal di rumah/apartemen/kantor/sekolah/restoran/kafe/rumah sakit. Siapakah dia? Traaalaaa......dia adalah Tomte. Tomte, menurut mitos yang tumbuh subur lintas generasi, diyakini sebagai semacam Santa Claus -nya Swedia. Manusia kecil berwajah ramah ini hidup di hutan bersama sahabatnya berupa kambing hutan. Sepanjang malam, konon, dia dan si kambing hutan ini suka berjalan keliling dari rumah ke rumah untuk mengawasi dan menentukan siapakah anak-anak yang bakal dapat hadiah di malam Natal nanti. Tentu, yang bakal dapat hadiah itu, anak-anak yang berperilaku dan berbudi baik. Dengan kata lain, 11 bulan jelang Natal menjadi 'jam kerja' nya Tomte dan bulan Desember saatnya 'distribusi' hadiah Natal. Saat 'bekerja' itu, Tomte bersiul-siul riang. Jadi,...

Kisah sebatang dan kotak korek api asal Swedia

Image
Apakah kalian tahu, ada satu benda yang sangat akrab dalam kehidupan kalian itu ternyata berasal dari Swedia? Tanpa benda itu, kalian tidak bisa menyalakan kompor minyak, lampu minyak dan lilin. Sebuah benda yang mungil, namun sangat penting dalam keseharian kita 😊 Bahkan, benda berbentuk kotak kecil ini sangat familiar pada jaman ospek mahasiswa era tahun 1990-an. Buat yang mampu menghafal seluruh kata dalam kemasan kotak tersebut, dijamin kakak senior mau memberikan tanda tangannya 😀😂 Hayoo...benda apakah itu?? Ya!!!! Benar sekali, jawabannya! Kotak korek api 😊👍 Lalu, apa hubungannya dengan Swedia? Jadi, begini ceritanya 😊 Pada tahun 1844, seorang ahli kimia asal Norrköping, Swedia yang bernama Gustaf Erik Pasch mematenkan penemuannya berupa penggunaan unsur belerang yang tidak mengandung racun sebagai bahan utama produksi korek api. Alasan Pasch mematenkan penemuannya itu, mengingat bahaya asap kimia belerang yang sangat tinggi jika terhirup manusia saat digesekkan ke permuk...

Dunia Astrid Lindgren - Vimmerby, Swedia

Image
Hayooo...apa perasaanmu jika tokoh cerita idola masa kecilmu—Pippi Si Kaos Kaki Panjang (Pippi Longstocking)—hadir di hadapanmu? Pastinya, senang sekali! Bahkan, kamupun dapat berinteraksi dengannya, bernyanyi bersama, menikmati rumahnya (Villa Villekulla) sampai menyusuri miniature kota dimana Pippi sering berpetualang bersama duo karibnya, Mr Nilsson (monyet kecil) dan Lilla Gubben (kuda putih berbintik biru yang mampu diangkat oleh Pippi). Semua itu dapat kamu wujudkan jika berkunjung ke Dunia Astrid Lindgren (DAL) yang berlokasi di Vimmerby, 4 jam tempuh dengan mobil dari Stockholm, Swedia. DAL, sebuah kawasan wisata terpadu berupa teater terbuka, miniatur rumah dan lokasi cerita yang digambarkan dalam karya Astrid Lindgren, bioskop, area perkemahan, kafe dan butik suvenir. Yup! DAL yang dibangun di atas lahan seluas 130.000 meter persegi yang saat ini dimiliki dan dikelola oleh Kotamadya Vimmerby ini didedikasikan untuk Astrid Lindgren. Astrid Lindgren, tokoh penulis buku anak-a...

Masjid Raya Stockholm - Zayed bin Sultan Al Nahyan's Mosque

Image
Penasaran dimanakah kaum Muslim di Stockholm, Swedia melaksanakan ibadah shalat Jumatnya? Pastinya, salah satunya di masjid Stockholm yang berlokasi di kawasan Medborgplatsen. Masjid Stockholm ( the Stockholm Grand Mosque ) ini sebenarnya bernama  Zayed bin Sultan Al Nahyan’s Mosque  ini merupakan masjid terbesar di Stockholm, ibukota negara Swedia. Lokasi persisnya berada di Kapellgränd 10, sebelah Selatan kota Stockholm, dekat dengan taman yang bernama Björns trädgård. Menurut situs resmi masjid Stockholm, awalnya bangunan masjid ini sebuah stasiun pembangkit tenaga listrik ( the Katarina Station ). Namun, Pemerintah Kotamadya Stockholm pada tahun 1995 memutuskan untuk merenovasi total  the Katarina Station  itu untuk menjadi sebuah masjid demi memenuhi kebutuhan tempat beribadah yang layak untuk kaum Muslim dan Muslimah di Stockholm. Disain interior dan eksterior masjid tersebut bernuansa Maroko karya arsitek Ferdinand Boberg, pecinta style  Art N...

Natal di Swedia

Image
Lima tahun menetap di Swedia, menyimak bagaimana masyarakat lokal menyiapkan perayaan Natal (Julen) itu sebuah keasyikan tersendiri. Satu hal yang dapat saya simpulkan, kehebohan persiapan pesta Natal itu selaiknya kehebohan masyarakat Muslim menyiapkan Lebaran. Khususnya dari aspek berkumpul kembali bersama keluarga. Untuk detilnya, saya pernah menuliskan hal tersebut pada tahun 2012 dan pernah dimuat di majalah wisata dari sebuah grup media ternama di Indonesia. Tentu, artikel yang dimuat itu sudah mengalami proses editing agar layak muat dan cetak di majalah tersebut. Namun, saya hanya akan berbagi draft kasar dari artikel tersebut dalam blog pribadi ini. Berikut artikelnya: Natalan Yuks...di Swedia! Hmmm...seperti apa ya bernatalan di Swedia? Apakah ada kehangatan natal di sana? Swedia   yang berlokasi dekat kutub Utara selama ini sering dikesankan sebagai negara yang penduduknya ’dingin’ dalam bersosialisasi, termasuk dengan anggota keluarga dan individualistis. Swed...

Rosendals Trädgård

Image
Bosan dengan kafe yang berlokasi di pusat kota? Atau, butuh pemandangan hijau yang menyegarkan mata sambil menikmati secangkir kopi dan sepotong kue? Sudah saatnya, kafe berkonsep yang memadukan bisnis restoran dengan kebun bunga bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi. Duh .. berasa iklan sekali ya?? 😀😀😀😊🌼🌼🌼 Yup..kadang saya merasa bosan dengan suasana kafe yang berlokasi di kawasan sibuk kota Stockholm, seperti kawasan Drottningatan, Sergel Torg, Sturegatan atau Kungsträdgården. Pemandangannya seragam, yakni lalu lalang orang yang berjalan tergesa-gesa atau gedung-gedung beton. Pengunjung kafe pun terkesan seperti berpacu dengan waktu. Itu siy yang saya lihat dan amati. Maklum, saya senang melakukan fika sendirian. Tapi sendirian, bukan berarti feel lonely loh! Atau karena tidak punya kawan. 😀 Oleh karena itu, ketika ada kawan mengajak fika ke sebuah kafe yang berlokasi di kawasan hijau terpadu bernama Rosendals Trädgård, saya langsung mengiyakan ajakannya. Yippiee ... 😊😊😊...

A new city skyliner in Stockholm

Image
Jelang ajang festival musik bergengsi se Eropa -- Eurovision 2016 -- kota Stockholm sibuk mempercantik dirinya. Taman Raja (Kungsträdgården ) difungsikan sebagai Kampung Eurovision ( Eurovision Village ), tempat dimana para pengunjung dari dalam dan luar negeri untuk mengenal lebih dekat ajang musik ini serta kota Stockholm yang berperan sebagai  host Eurovision. Namun, ada hal yang menarik antusias publik Stockholm seminggu jelang acara tersebut berlangsung. Khususnya para pengunjung setia Kungsträdgården. Apakah itu? Voila!!! Stockholm City Skyliner! Sky Cityliner yang berlokasi di tengah Taman Raja memang sengaja didirikan oleh Pemerintah Kota Stockholm dan komite panitia Eurovision 2016 Swedia sebagai bagian atraksi dari Eurovision Village . Tower setinggi 81 meter ini memiliki kapsul yang dapat berputar 360 derajat. Cukup dengan membayar tiket sebesar 100 SEK, para pengunjung dapat menikmati sensasi duduk di dalam kapsul City Skyliner yang berputar 360 derajat saat naik...

Sakura Matsuri - Körsbärsblommansdagen

Image
Yaiiii .. Festival budaya Jepang hadir kembali tahun ini. Namanya, Sakura matsuri atau Körsbärsblommansdagen. Cuaca dingin dan hujan rintik-rintik tidak menyurutkan semangat para pengunjung festival tersebut. Yup .. Menghadiri festival ini, setidaknya kami dapat merasakan kegembiraan masyarakat Jepang nun jauh di sana dalam menyambut musim semi. Bunga cherry atau sakura mulai bermekaran. Khususnya di kawasan Taman Raja (Kungsträdgården, red). Ini menjadi simbol awalnya musim semi dengan suhu udara yang lebih hangat dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya. Sakura matsuri atau Japanese Street Festival di Kungsträdgården ini terselenggara atas kerjasama Asosiasi Masyarakat Jepang di Stockholm (Japanska föreningen i Stockholm/JFS, red) dengan Badan Pengelola Taman Raja Stockholm. JFS cukup rutin menyelanggarakan even ini setiap tahunnya. Tujuannya, untuk mengenalkan 'Hanami', sebuah acara piknik bersama menikmati sajian makanan dan minuman tradisional Jepang yang biasa ...

Fika yuk!!

Image
Kata 'fika' itu sudah sangat akrab di telinga saya sejak menetap di Swedia. Bahkan 'nge-fika' juga sudah menjadi kebiasaan baru. Yup, fika adalah kebiasaan 'coffee break' khas Swedia. Menurut wikipedia, sudah berlangsung sejak abad ke 19.   Nge-fika itu wajib dilakukan. Apalagi jika kita ingin merasa rileks sejenak di tengah padatnya aktivitas di kantor, sekolah dan kampus. Saatnya bercengkrama membahas berbagai topik yang ringan dengan rekan sekerja atau sekampus dan sahabat. Bahkan, kegiatan ini juga biasa dilakukan oleh suami isteri dan orang sedang berpacaran.   Luangkan waktu sejenak, sekitar 1 jam-an untuk menikmati sajian kopi beserta kue-kue yang menggoyang lidah. Di Swedia, biasanya fika itu identik dengan kopi hitam dengan kue-kue manis khas Swedia, seperti kanelbullar atau princess tårta. Namun, sekarang, nge-fika bisa saja berupa secangkir teh atau jus sesuai selera. Tentu tetap ada kue-kue yang enak dilidah dan ?siap disantap yang menyerta...

Jumpalitan 'Me time' dan berbelanja

Baru ngeh…setelah 16 bulan menetap di Stockholm, ternyata para wanita Swedia itu senang sekali membawa lebih dari 1 buah tas. Pertama, tas bahu atau tas jinjing. Kedua, semacam tas bahan yang biasa digunakan oleh para perusahaan saat promosi yang berisi suvenir ( goodie bag) . Tas ini biasanya digunakan untuk membawa berkas-berkas kerja, bekal makan siang, buku atau hasil belanjaan dari supermarket. Maklum, karena penduduk sini harus menghemat biaya pembelian plastik yang berlabel nama supermarket tersebut. Upaya penghematan yang berdampak kuat pada kesehatan dompet karena harga plastik berlabel supermarket tersebut itu berkisar antara 2-3 Swedian Kronor (SEK) per lembarnya. Kebayangkan, nilai uang yang berhasil dihemat jika 1 SEK itu setara dengan Rp 1.500,-? Saya rasa alasan ekonomis lebih tepat dan kuat dibandingkan cinta lingkungan :D Nah, selain tas jinjing, selempang atau bahu sebagai tas utama dan tas  ‘goodie bag’  itu, mereka juga membawa tas-tas lainnya ter...

Goodbye summer!

2014-09-24 Cuaca pagi yang dingin bersuhu sekitar 5-10 derajat Celcius kembali menyelimuti Stockholm. Rasa dingin itu tetap menusuk tulang meskipun matahari bersinar terang pada siang harinya. Jadi, sungguh lucu, langit siang terang akibat sinar matahari, tetapi udara tetap berasa dingin. Tiupan angin yang kencang menambah rasa dingin. Brrrr...... Oleh karena itu, penampilan umum orang Stockholm pada musim gugur itu tetap berjaket tebal lengkap dengan scarf melilit leher, topi rajut dan sarung tangan. Memang sih...tidak setebal saat musim dingin kelak. Semuanya berfungsi untuk menambah rasa hangat tubuh dan melindungi bagian kepala dan telinga. Eitsss....buat orang yang tidak terbiasa dengan udara dingin yang ekstrim, kadang telinga mudah berdengung dan kepala pun pening. Bagian atas tubuh itu memang yang paling cepat diterpa udara dingin. Lalu, telapak tangan yang bisa berasa kebal dan kaku jika terterpa udara dingin terus menerus.

Take It or Leave It : Gitu saja kok repot !

Image
                                                               source picture: google Hari ini, saya jengkel sekali dengan seseorang. Seseorang yang saya kenal sejak 2 tahun lalu. Tampaknya, saya dan dia berbeda 'frekwensi' dalam memandang sebuah persoalan. Entah saya yang benar atau dia yang benar. Namun, saya hanya memahami satu hal dalam setiap perjalanan ke suatu daerah atau negara. Sebuah nilai hidup yang berlaku universal meskipun kehidupan di dunia ini punya keragaman, khususnya jika berbicara aspek tata kelola negara, sosial budaya dan tatanan hidup masyarakat. Ibarat orang bertamu ke rumah seseorang, tentu sangat 'silly' jika tamu berharap dengan penuh paksaan untuk yang punya rumah itu adalah pihak yang harus lebih mau menyesuaikan diri dengan sang tamu. Dalam tatanan aturan berinteraksi sosial, tamulah yang ...

Swedia, negeri sejuta peta

Image
Never getting lost in Sweden! Yup! Benar sekali! Swedia, bisa dikatakan sebagai satu-satunya negara Skandinavia yang paling oke menyediakan peta untuk penduduknya. Mulai dari peta yang berbentuk kertas sampai digital yang bisa diakses via internet dengan mudahnya melalui piranti teknologi informasi (TI), seperti desktop, laptop dan telepon selular. Contohnya, www.hitta.se atau www.eniro.se . Sesuai dengan namanya, www.hitta.se dimana arti kata Swedia 'hitta' itu sama dengan 'cari' dalam bahasa Indonesia, website ini memudahkan penggunanya untuk mendapatkan informasi lokasi seseorang/perusahaan yang ditampilkan dengan sangat detil, tergantung tingkat zoom-in nya. Bahkan lengkap dengan rute angkutan umum untuk menuju ke alamat yang dituju. Hal yang sama dengan website eniro.se. Namun, eniro juga memiliki fasilitas petunjuk arah 3 dimensi, tinggal klik ikon gatu ivy, serta merta tampilan di layar piranti TI selayaknya simulator yang langsung memberikan arahan lokas...